https://lanpha.online/ https://bolangcai.site/ https://crotdalam.online/

KISAH PEMBUAT VIDEO #MELAWAN ASAP YANG MENDUNIA Buah Resah yang Tak Kunjung Sudah

KISAH PEMBUAT VIDEO #MELAWAN ASAP YANG MENDUNIA Buah Resah yang Tak Kunjung Sudah

KISAH PEMBUAT VIDEO #MELAWAN ASAP YANG MENDUNIA Buah Resah yang Tak Kunjung Sudah

Tak ada komentar pada KISAH PEMBUAT VIDEO #MELAWAN ASAP YANG MENDUNIA Buah Resah yang Tak Kunjung Sudah

Tugu Zapin muncul sebagai gambar pembuka. Gambar yang perlahan naik dari bawah ke atas menampakkan salah satu monument kebanggan Kota Pekanbaru  itu seolah menggapai, menggapai kabut asap yang kini menjadi selimut kota. Kabut asap pula yang membentuk jarak, Tugu Zapin dan Kantor Gubernur Riau seolah jauh dipisah.

Gambaran tersebut adalah pembuka dari video ”Kami Tidak Diam” yang kini ada di youtube. Dengan tanda pagar (tagar) #melawanasap, video ini viral di dunia maya melalui berbagai media sosial. Apalagi, video ini menjadi bagian dari twittmob yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sempai jadi trending topik dunia agar presiden cepat menangani kabut asap di Riau. Video tersebut sudah ditonton 103 ribu kali.

Gambaran dari Tugu Zapin kemudian berlanjut menyusuri Jalan Sudirman dari atas dan menghamparkan Kota Pekanbaru. Pemandangan kota hanya terhampar sedikit saja, sisanya tampak putih, putih kabut menutupi langit. Gambar kemudian berlanjut berganti ke Pustaka Wilayah, Masjid Agung An-Nur dan beberapa sudut kota lainnya.

Pekanbaru dalam gambaran tersebut lusuh, tak cerah juga tanpa gairah. Potret kota metropolitan menampakkan cela, kabut asap mengakrabi penghuni kota. kabut asap adalah bencana tahunan yang mendera Kota Pekanbaru. Masyarakat lelah bersuara. Mulut kini lebih baik ditutup, dilapisi masker pencegah dampak azab asap.

Meski begitu masyarakat tak lantas diam. Protes disuarakan. Kata demi kata dirangkai lewat lembaran kertas. Riau menyapa dunia. Hay, kami warga Riau. Ingin bicara sesuatu kepada siapapun, siapapun di luar sana.

Inilah rumah kami. Lihatlah ada asap di mana-mana, yang bertanggungjawab ada di mana ? Ini bukan editan kamera, ini bukan embun pagi yang sejuk. Ini adalah asap yang berbahaya. Selamat datang di Riau, setiap tahun kami merasakan ini, selalu sama asap di mana-mana. Yang berkuasa tidak bisa apa-apa.

Video dan pesan yang disampaikan ini adalah karya Andang Wiratmoko (26), warga Jalan Cendrawasih, Kecamatan Marpoyan Damai, seorang penggiat videografi. Bersama rekan-rekannya dari Akademi Berbagi Pekanbaru, Liburun, Bujang Dara, Pkuvidgram, Stand Up Indo Pku, Ammo Production & Aero Picture, Cosmic Dance dan Nd Kana Production, pemilik channel apaaja dotcom di youtube ini menyuarakan resah masyarakat, Pekanbaru dan Riau.

Resah ini, resah tanpa sudah. Belasan tahun sudah kabut asap terus menerus jadi bencana tahunan. Terus terjadi tanpa solusi pasti. ”Awalnya bareng sama temen-temen grup, apa aja dotcom. karena sudah terlalu lama asap ini.

Kami ingin buat video yang bisa dilihat Indonesia dan bisa sekalian nyentil pemerintah,’’ kata pria yang akrab dipanggil Anwi ini.

Ia menuturkan, sang istri Cut Mutia (23) memang kini sedang hamil masuk tiga bulan. Namun bukan karena sang isteri hamil muda dan terdampak asap video ini dibuat.’’Isteri ku batuk, tapi bukan karena itu. Ini karena memang panggilan hati untuk bergerak,’’ tuturnya.

Proses pembuatan video ini terbilang singkat, digarap sepekan terakhir. Mulai shooting Rabu (9/9) dan Ahad (13/9) di-upload. Video pertama tayang pada pameran foto Pewarta Foto Indonesia.

Video ini kemudian ramai menjadi perbincangan ketika menjadi bagian dalam twittbom pada Jokowi . ”Jadi trending, karena komunitas melawan asap juga ikut, mereka buat twittmob. Tiap komunitas mem-booming-kan masing-masing. Kami buat videonya saja. Alhamdulillah karena mereka juga jadi trending,’’ urainya.

Ide pembuatan berasal dari seluruh komunitas yang terlibat. pembuatan juga tak terlalu rumit. Walau tak dipungkirinya, mengambil gambar dari atas udara menggunakan drone berbeda tantangannya dengan mengambil gambar konvensional. ”Cuma pakai lagu karena waktu sudah mepet. Untuk penulisnya ada juga yang nulis, survei sana sini apa saja yang mesti diangkat, apa pengaruhnya ke pemerintah dan masyarakat,’’ lanjutnya yang sudah tiga bulan terkahir mengakrabi drone unutk mengambil gambar ini.

Harapa Anwi saat membuat video awalnya sederhana, hanya 1.000 hits, namun ekspekstasi ternyata dilampaui.

”Ternyata sampai ke luar negeri juga. Perasaannya alhamdulillah senang. Bisa mewakili masyarakat, pemerintah juga  bisa mengambil tindakan tegas. Kalau bisa asap ini ya tahun ini saja,’’ katanya.

Setelah video yang mengkritik pemerintah ini, ia berencana membuat video lainnya. Namun kali ini akan lebih kepada bagaimana masyarakat bersikap dalam kabut asap. ”Untuk ke depannya bakal buat lagi, akan lebih bermanfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya.

Sumber riaupos.co, Kamis 17 september 2015

Leave a comment



Back to Top

https://slot88.sister.bem.sinus.ac.id/