Perpustakaan Daerah Siak Kembali Raih Penghargaan Nasional.

Perpustakaan Daerah Siak Kembali Raih Penghargaan Nasional.

Perpustakaan Daerah Siak Kembali Raih Penghargaan Nasional.

No Comments on Perpustakaan Daerah Siak Kembali Raih Penghargaan Nasional.
Di penghujung tahun 2020 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak menerima penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2020. Penghargaan itu diserahkan oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional Suriadi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Siak M Arifin yang diwakili oleh Kasi Pengembangan tenaga Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Anita S.S.
Penghargaan tersebut di serahkan pada Acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (3/12/2020) kemarin. Saat dihubungi, Anita mengatakan pihaknya sudah dua kali menerima penghargaan itu, namun pertama bagi pustaka kampung Mandi Angin. “Penghargaan ini sudah kali kedua diraih, yang sebelumnya diperoleh pada 2019,” kata Anita melalui telefon selularnya, Jum’at (4/12/2020).

Ia bilang, perpustakaan Kampung Mandi Angin ini termasuk dari 28 perpustakaan desa/kelurahan terbaik di Indonesia, dari ratusan perpustakaan yang dievaluasi Perpusnas dalam mengimplementasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Lebih lanjut Anita menyampaikan pesan dari Kepala Perpusnas adalah mengajak seluruh mitra kerja Perpusnas dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk bersama meyakinkan masyarakat bisa bangkit dan sejahtera melalui literasi.

Di kesempatan yang sama diserahkan hadiah uang tunai untuk staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak (Nurhasanah) yang mengikuti lomba foto bertajuk Dampak Perpustakaan, yang ditaja oleh Perpustakaan Nasional melalui Instagram. Dampak dari kegiatan inklusi sosial di Pusda Siak, menurut Anita masyarakat sudah bisa sejahtera melalui literasi bahkan menjadi pebisnis. Ibu satu anak ini menambahkan, transformasi perpustakaan itu maksudnya bahwa selain menyediakan bahan bacaan, pihaknya juga memfasilitasi kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Seperti Nurhasanah salah seorang staf dinas dengan memanfaatkan layanan WiFi gratis dan buku di Pusda Siak dalam memperoleh informasi terkait ilmu merajut hingga kini mampu menjual ratusan masker dan Connector rajut.

“Yang jelas, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Siak berkomitmen menjalankan dan mengembangkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial ini. Apalagi di tengah pandemik Covid saat ini, sangat penting membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” pungkasnya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.



Back to Top