Presiden Joko Widodo memastikan pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Provinsi Lampung berjalan dengan baik dan sesuai jadwal.

“Jangan dipikir setelah groundbreaking tidak ada pengecekan,” ujar Presiden ketika meninjau ruas jalan tol ini pada bulan Juni 2015 itu. Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo, dari Jakarta menuju Provinsi Lampung, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (6/11)  pukul 13.30 WIB.

Kunjungan Presiden ke Lampung ini merupakan yang ketiga kalinya dalam enam bulan terakhir.   Usai melihat progres dari pembangunan jalan tol ini, Presiden berkunjung ke galangan kapal PT Daya Radar Utama di Kota Bandar Lampung.

Menurut keterangan Tim Komunikasi Presiden, Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo kembali ke Jakarta pada Sabtu (6/11) malam. Turut serta dalam rombongan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Tol Bakauheni-Palembang

Jalanan berbatu di areal lahan kebun karet menuju jalan tol Trans Sumatera di Lampung itu tetap dilewati mobil yang digunakan Presiden beserta rombongan. Tiba di ruas tol km 74, yang merupakan ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Presiden berjalan kaki menyusuri jalan tol.

Presiden menjelaskan, bahwa perkembangan pembangunan jalan tol ini terus diikuti perkembangannya. Mulai dari bentaran hutan karet saat groundbreaking, kemudian masuki tahap pengecoran. “‎2,5 tahun – 3 tahun tembus ke Palembang‎,” ucap Presiden.

Saat Presiden dan rombongan berjalan di jalan tol itu, tampak beberapa pekerja tetap melakukan pekerjaan. Setelah berjalan hampir 500 m, Presiden menjelaskan, bahwa kedatangannya ke Lampung yang ketiga kalinya untuk mengetahui perkembangan dari pembangunan jalan tol Trans Sumatera untuk r‎uas jalan tol Bakauheni-Palembang. “Saya memantau perkembangan tiap hari, tiap minggu,” tutur Presiden.‎

Presiden tidak hanya memantau perkembangan pembangunan jalan tol saja, tetapi juga ‎masalah yang ada di lapangan. Ruas jalan tol ini, kata Presiden, terbagi ke dalam 4 sesi ruas jalan tol yang dikerjakan oleh 4 BUMN yang berbeda, yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.‎ ‎”Cara kerja-kerja seperti ini akan cepat,” ucap Presiden.

Pekerjaan empat sesi ruas jalan tol Bakauheni-Palembang ini dapat dikerjakan bersamaan seperti pengecoran. Upaya ini jelas mempercepat pengerjaan jalan tol oleh BUMN dan melibatkan Pemerintah Daerah.

PMN Percepat Pembangunan Infrastruktur

Presiden menjelaskan bahwa Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah upaya Pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur melalui BUMN. “Jadi anggaran tidak hanya di PU saja, tapi juga di BUMN,” kata Presiden.‎

BUMN, kata Presiden, memang diberikan tugas untuk mengerjakan infrastruktur terutama untuk proyek infrastruktur yang tidak menguntungkan secara ekonomis, seperti jalan tol Trans Sumatera misalnya. “Siapa yang harus merintis? Ya BUMN,” ujar Presiden.

Saat ditanya wartawan tentang penolakan anggaran ‎PMN pada APBN 2016 oleh DPR. Presiden menjelaskan bahwa anggaran PMN tidak ditolak oleh DPR dalam pembahasan APBN 2016, tapi ditunda pembahasannya.

Sementara itu, Ketua Umum MPR menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan tol yang dibangun ini merupakan daerah asalnya dan sudah terlihat kemajuan dari pembangunannya. “Masyarakat Lampung Selatan berterimakasih kepada Presiden untuk pembangunan jalan tol ini,” ujar Zulkifli.
Sumber infopublik.id, Sabtu 07 November 2015